textilewiki.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa terdapat sebelas perusahaan beraset besar yang siap melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Selain itu, satu perusahaan beraset menengah juga berada dalam antrean untuk melakukan IPO, sehingga totalnya mencapai dua belas perusahaan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menerangkan bahwa hingga saat ini, dua belas perusahaan tersebut telah dalam proses pencatatan saham di BEI. Perusahaan beraset besar didefinisikan sebagai yang memiliki aset lebih dari Rp250 miliar, sementara perusahaan beraset menengah memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Dari total dua belas perusahaan yang menunggu IPO, Nyoman merinci bahwa terdapat tiga perusahaan dari sektor barang konsumen primer, dua perusahaan dari sektor infrastruktur, dan dua perusahaan dari sektor teknologi. Selain itu, ada dua perusahaan di sektor kesehatan, masing-masing satu perusahaan di sektor energi, keuangan, serta transportasi dan logistik.
Meskipun ada banyak perusahaan yang siap untuk melaksanakan IPO, BEI mencatat bahwa hingga 27 Maret 2026 belum ada perusahaan yang berhasil melakukan IPO di pasar modal Indonesia. Ini menunjukkan adanya tantangan bagi perusahaan-perusahaan tersebut dalam menjajaki langkah menuju publikasi saham.
Langkah ini sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017 yang mengatur ketentuan terkait IPO. Situasi ini menjadi perhatian semua pihak, terutama bagi para investor dan pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia, yang berharap perkembangan selanjutnya dari rencana IPO yang sudah ada.