textilewiki.com – Proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Hamdani, Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), dalam sebuah media briefing di Jakarta. Sebelumnya, target penyelesaian merger ditentukan untuk akhir 2025, namun pernyataan dari Danantara menunjukkan adanya kesulitan dalam mencapai tenggat waktu tersebut.
Hamdani menjelaskan bahwa tahap awal merger ini sangat bergantung pada penyelesaian restrukturisasi keuangan di antara entitas BUMN Karya. Ia mengindikasikan bahwa rencana konsolidasi keuangan yang direncanakan pada kuartal I 2026 mengalami kemunduran akibat proses restrukturisasi yang belum tuntas. “Kami berharap restrukturisasi ini selesai sekitar pertengahan tahun, sehingga integrasi dapat dimulai dan ditargetkan selesai akhir tahun,” ungkapnya.
Untuk mendukung proses merger, telah dibentuk proyek manajemen office (PMO) yang bertugas untuk menyinkronkan berbagai aspek operasional dan sumber daya manusia antara Hutama Karya dan perusahaan holding lainnya. Hamdani juga mengakui adanya tantangan terkait kondisi keuangan BUMN Karya yang menjadi kendala dalam proses merger. Oleh karena itu, fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelesaikan restrukturisasi keuangan sebelum melanjutkan integrasi bisnis.
Sebelumnya, Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, juga menyatakan bahwa penyelesaian merger yang ditargetkan pada tahun ini terpaksa ditunda. Mereka kini mengharapkan proses ini bisa rampung pada kuartal I 2026. Dalam konteks ini, kolaborasi dan upaya restrukturisasi menjadi kunci penting untuk mencapai kesuksesan merger BUMN Karya.