textilewiki.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis pagi, dengan posisi pembukaan di angka 7.238,46 setelah melemah 40,75 poin atau 0,56 persen. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan bursa di kawasan Asia, di saat pelaku pasar merespons perkembangan terkini konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG berada di bawah pengawasan analisis pasar yang menunjukkan adanya level resistance di angka 7.325. Jika angka ini berhasil ditembus, diprediksi IHSG akan melanjutkan penguatannya menuju target 7.600 menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Penelitian Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Di tingkat internasional, AS dan Iran baru-baru ini mencapai kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung selama dua pekan. Kesepakatan tersebut, yang dimediasi oleh Pakistan, bertujuan untuk menunda serangan AS di dekat Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa tujuan militer utama AS telah tercapai dan mengakui proposal perdamaian dari Iran. Namun, Iran menuduh AS telah melanggar beberapa ketentuan sebelum negosiasi secara resmi dimulai.
Sementara itu, harga minyak mengalami fluktuasi, dengan minyak jenis WTI dan Brent masing-masing berada di level 97,10 dolar AS per barel. Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat turun dari 151,9 miliar dolar AS di bulan Februari menjadi 148,2 miliar dolar AS pada Maret, terendah sejak Juli 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh intervensi Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai rupiah di tengah tekanan geopolitik global.
Dua kapal tanker Pertamina juga terjebak di Teluk Persia, belum bisa melintas di Selat Hormuz akibat berbagai kendala teknis. Pemerintah Indonesia sedang berupaya menyelesaikan isu ini melalui komunikasi intensif dengan pihak Iran, sembari memastikan pasokan energi tetap aman dari sumber alternatif.