textilewiki.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi penyesuaian outlook negatif yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat internasional terhadap bank-bank besar di Indonesia. OJK meyakini bahwa perubahan ini bersifat sementara dan berpotensi kembali ke kondisi yang stabil. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa OJK bersama pemangku kepentingan, termasuk anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan.
Penilaian negatif tersebut tidak disebabkan oleh kinerja fundamental perbankan, melainkan dipicu oleh perubahan peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif. Penilaian ini mencerminkan persepsi risiko terkait sektor perbankan nasional dan dinamika makroekonomi global. OJK menggarisbawahi bahwa meski penyesuaian outlook telah dilakukan, hal ini tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan.
Saat ini, bank-bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), masih memiliki peringkat kredit yang mencapai tingkat investment grade. Struktur pendanaan mereka sebagian besar didominasi oleh dana pihak ketiga domestik, yang menunjukkan ketergantungan yang rendah terhadap pendanaan internasional. Kinerja perbankan pun tetap solid dengan pertumbuhan kredit mencapai 9,96 persen dan dana pihak ketiga sebesar 13,48 persen pada Januari 2026.
Dian menegaskan bahwa OJK akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan bank menjalankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik. Pertumbuhan yang positif dan kinerja yang seimbang akan menjadi fokus, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.