textilewiki.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan optimisme bahwa status pasar modal Indonesia tidak akan mengalami penurunan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari kategori emerging market menjadi frontier market. Hal ini dipicu oleh telah selesainya empat agenda reformasi yang bertujuan meningkatkan transparansi di pasar modal.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, menyampaikan bahwa saat ini pasar modal Indonesia berada dalam kondisi yang lebih baik dari sebelumnya dalam hal transparansi dan penegakan aturan. Ia menyatakan bahwa Indonesia bahkan telah mencapai standar yang lebih tinggi dibandingkan beberapa pasar regional dan global.
Meskipun sebelumnya terdapat catatan negatif terkait keterbukaan informasi, Hasan menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan sepanjang tahun 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan. OJK, bersama Self-Regulatory Organization (SRO), termasuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), telah menyelesaikan empat agenda reformasi pada awal April 2026.
Agenda tersebut meliputi penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen secara bulanan, peningkatan klasifikasi investor dari sembilan kategori menjadi 39 kategori, implementasi informasi mengenai konsentrasi kepemilikan saham, serta peningkatan batas minimum free float saham emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia serta membawa keberlanjutan dalam tata kelola yang lebih baik. OJK berkomitmen untuk terus menerapkan peraturan ini dan tidak menjadikannya sebagai inisiatif sesaat, melainkan sebuah langkah berkelanjutan menuju perbaikan yang berkesinambungan.