textilewiki.com – Saldo Anggaran Lebih (SAL) dapat dimanfaatkan sebagai cadangan untuk mengatasi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurut Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira. Bhima mengungkapkan perlunya alokasi SAL untuk membantu meringankan beban subsidi energi, terutama saat harga minyak dunia berada di kisaran 90 hingga 110 dolar AS per barel yang mengharuskan APBN mendapatkan tambahan Rp126 triliun.
Dalam wawancara yang dilakukan di Jakarta, Bhima menyarankan agar pemerintah lebih memilih menggunakan SAL daripada melakukan efisiensi anggaran yang berpotensi mengganggu sektor-sektor penting. Dia menekankan pentingnya SAL sebagai dukungan di tengah situasi ekonomi yang menantang. Kesulitan lainnya terlihat pada perbankan, di mana tambahan suntikan SAL sebesar Rp100 triliun tidak menjawab permasalahan utama, yaitu rendahnya permintaan kredit. Per Januari 2026, sekitar Rp2.506,47 triliun dari total plafon kredit perbankan masih belum digunakan.
Hal ini menunjukkan tingginya angka kredit yang menganggur dan menunjukkan kontraksi dalam kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 0,5 persen. Ironisnya, meski terdapat suntikan dana, kualitas kredit justru bisa menurun jika tidak dikelola dengan baik. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah mengkonfirmasi penempatan dana SAL sebesar Rp100 triliun ke perbankan, menjadikan total dana SAL yang ditempatkan mencapai Rp300 triliun. Penambahan ini bertujuan untuk menjaga likuiditas menjelang musim Ramadhan, saat kebutuhan dana umumnya meningkat.