textilewiki.com – Bank Indonesia (BI) optimis bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan tetap terkendali, dengan target sasaran inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2026 dan 2027. Optimisme ini didasarkan pada konsistensi kebijakan moneter yang dijalankan, serta kerjasama antara BI dan pemerintah dalam mengendalikan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen dibanding bulan sebelumnya, membawa inflasi tahunan menjadi 3,48 persen. Angka ini menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 4,76 persen. Selain itu, inflasi inti juga mengalami penurunan menjadi 0,13 persen dari 0,42 persen pada bulan sebelumnya, dengan inflasi tahunan tercatat sebesar 2,52 persen.
Faktor penurunan inflasi inti ini dipicu oleh penurunan harga komoditas emas global dan harapan inflasi yang tetap terjaga, meski permintaan tetap tinggi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Kelompok makanan yang mudah berubah (volatile food) mengalami inflasi 1,58 persen, berkontribusi dari kenaikan permintaan akan daging ayam dan telur selama periode tersebut.
Kelompok harga yang diatur (administered prices) mengalami inflasi 0,31 persen pada bulan tersebut, akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi. Inflasi tahunan kelompok ini tercatat 6,08 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 12,66 persen. BI mengharapkan sinergi bersama pemerintah dalam program pengendalian inflasi dapat menjaga kestabilan, terutama menjelang periode-periode penting.