textilewiki.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan menerapkan teknologi keselamatan kendaraan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Yusuf Nugroho, dalam sebuah diskusi mengenai keselamatan kendaraan di Jakarta.
Yusuf menekankan pentingnya fitur keselamatan pada kendaraan untuk mengurangi kesalahan manusia, terutama pada sepeda motor yang mendominasi lalu lintas di Indonesia. Ia menyatakan bahwa pemerintah sangat mendukung adopsi teknologi keselamatan yang berkembang di seluruh dunia, namun perlu juga diimbangi dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut.
Meskipun regulasi yang ada sudah ada, Yusuf mengakui bahwa penerapannya masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif. Ia merujuk pada penelitian Universitas Indonesia yang menunjukkan bahwa peningkatan sistem pengereman dapat menyelamatkan hingga 8.000 jiwa per tahun. Di beberapa negara, termasuk di kawasan ASEAN, teknologi keselamatan sepeda motor telah diterapkan sebagai standar, sementara di Indonesia masih dalam proses pengembangan.
Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan yang diakibatkan oleh pengendara sepeda motor, dengan dua hingga tiga orang meninggal setiap jam. Ia mencatat bahwa kecelakaan sering terjadi dalam kondisi jalan yang tampaknya aman, menunjukkan perlunya sistem keselamatan yang lebih baik.
Adrianto Sugiarto, praktisi keselamatan jalan dari ASEAN NCAP, menambahkan bahwa saat ini, 46 persen kecelakaan di Asia Tenggara melibatkan sepeda motor. Oleh karena itu, penguatan aspek teknologi kendaraan dinilai mendesak untuk menekan angka fatalitas dan melindungi pengguna jalan secara lebih efektif.