textilewiki.com – Seorang penyintas banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bernama Joris, tetap menjalankan usaha perbankan meskipun rumahnya hancur. Joris, yang berstatus sebagai agen BRILink, berinisiatif memindahkan layanannya ke bagian belakang rumah yang tersisa usai bencana yang terjadi pada akhir November 2025 tersebut.
Banjir yang melanda daerah tersebut menyebabkan kerusakan parah, termasuk ruko yang berada di seberang rumah Joris yang tersapu tanpa sisa. Dalam kondisi yang terbatas, ia mengadaptasi jendela kamar menjadi loket transaksi. Dengan meja sederhana, ia menempatkan mesin electronic data capture (EDC) dan peralatan untuk memeriksa uang. Banjir tersebut mengakibatkan lebih dari 165 orang meninggal dunia, dengan korban terbanyak berasal dari Kecamatan Palembayan.
Meskipun menerima bantuan perangkat dari bank akibat kerugian yang dialaminya, modal Joris terbatas. Ia mengungkapkan bahwa diperlukan sekitar Rp200 juta untuk kembali beroperasi normal, namun seluruh uang tunai yang dimilikinya hilang tersapu banjir. Untuk tetap beroperasi, Joris meminjam Rp60 juta dari seorang teman dengan jaminan mobil pribadi.
Sebelum musibah, Joris melayani hingga 100 transaksi sehari, tetapi setelah bencana, jumlah transaksi menurun hingga 50 persen. Banyak nasabahnya yang juga menjadi korban banjir, yang dikenal baik oleh Joris karena sering bertransaksi. Kendati demikian, layanan di rumahnya tetap berjalan, dengan warga setempat masih mempercayakan berbagai transaksi, seperti tarik tunai dan pembelian pulsa data di tempatnya.